
OKU Timur, KabarSriwijaya.com – Sebanyak ratusan tepatnya 134 orang tenaga honorer yang ada di kabupaten OKU Timur, baik dari tenaga honorer aparatur pemerintahan Kabupaten OKU Timur maupun tenaga honorer kesehatan bersiap mengikuti Aksi Damai di Istana Jakarta, Rabu besok (19/07).
Keberangkatan mereka di istana tak lain adalah untuk menuntut Pemerintah Pusat agar segera membuat DIM (Data Inventarisasi Masalah) dan menolak PP 11/2017 tentang Manajemen PNS.
Pantauan dilokasi, ratusan tenaga honorer tersebut berkumpul di simpang tiga Kota Baru Martapura. Tampak hadir Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni SE didampingi Ketua DPRD OKU Timur Beni Defitson SE untuk melepas kepergian dan sekaligus memberi arahan pesan kepada tenaga honorer tersebut.
Ketua DPW ASN Baturaja Fitri Aisyah melalui tim lobi KNASN (Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara) Suyadi mengatakan bahwa jumlah yang ikut aksi ini adalah sebanyak 134 orang dari lima forum KNASN yang meliputi Paguyuban Honorer Nusantara, Ikatan Perawat Honor Indonesia, Himpuan Bidan-Bidan Non PNS, Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana, serta Forum Komunikasi Kesehatan Non PNS,” jelasnya kepada awak media, Selasa (18/07/2017).
“Kami semua menuntut pemerintahan pusat segera membuat DIM (data inpenterisasi masalah) dan membahas serta menyelesaikan revisi undang undang yang berkeadilan dan kami menolak PP 11/2017 tentang manegemen PNS dan RPP tentang PPPK yang tidak mengakomodir pegawai non PNS serta mengutamakan rekrutmen pengangkatan PNS secara berkeadilan dari pegawai tidak tetap honorer kontrak ,pegawai tetap non PNS maupun pegawai lainnya yang sudah mengabdi kepada negara,” imbuhnya.
“Karena kalau tidak ikut serta revisi undang-undang tersebut maka akan merugikan kami semua terutama pegawai lama yang mengabdikan di pemerintahan OKU Timur, padahal kita sudah banyak mengabdi puluhan tahun dan masih banyak umur yang lebih dari 35 tahun,” pungkasnya.
Hal ini di sampaikan juga oleh Winarso kepada pemerintahan daerah maupun pemerintahan pusat sebelum dilepas kepergiannya oleh wakil bupati OKU Timur Fery Antoni dan Ketua DPRD OKU Timur Beni Defitson.
“Karena tidak ada keadilan sehingga saya dan rekan seperjuangan ikut serta aksi damai di jakarta, kepada pemerintahan pusat tolong angkat tenaga honorer ini menjadi pegawai negeri sipil karena bagi kami PNS Harga Mati,” ucap Winarso dengan suara lantang dan keras.
“Dan kami mohon dukungannya Wakil Bupati sebagai nomor dua di OKU Timur dan kepada DPRD OKU Timur tolong di perjuangkan tuntutan kami,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni menyampaikan sebagai pemerintahan OKU Timur tidak akan pernah lupa dengan jasa jasa tenaga honorer yang mengabdi puluhan tahun.
“Kita semua dari OKU Timur datang ke jakarta dengan niat yang baik, pertahankan hak ini karena ini hak kalian bersama tapi jangan arogan taati aturan hukum, yakinlah kami di belakang kalian semua semoga mendapatkan hasil yang baik,” tutur Fery .
“Kita harus tuntut karena ini tidak berkeadilan dan kami mendukung apa yang anda perjuangkan dan apabila kalian di beri sangsi sama kepala dinas ataw kepala badan untuk menikuti aksi damai ini silahkan laporkan dengan saya dan wabup,”:tegas Beni Defitson selaku Ketua DPRD OKU Timur. (RA)