Lantaran Sakit Hati, Siska Tega Bunuh Ipung

Lubuklinggau, KabarSriwijaya.com – Akhirnya Polres Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, menetapkan Siska Wahab “Sarangheo” sebagai salah satu tersangka pembunuh Muhammad Ipung Effendi, pemilik salon kecantikan Ipung. Rabu, (28/08/2019).
Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono saat konferensi pers di halaman Mapolres Lubuklinggau, menjelaskan, sebelum dibunuh Ipung dibius terlebih dahulu, setelah korban pingsan kepalanya dipukul menggunkan benda tumpul batu.
Selanjutnya tubuh korban ditusuk sebanyak delapan kali, enam luka tusuk di bagian perut, dua luka sayat di bagian leher serta satu luka di bagian kepala diduga dipukul menggunakan batu.
Sementara motifnya, kata Kapolres karena tersangka sakit hati dikata-katain sehari sebelumnya saat cekcok mulut dengan korban di Pasar Inpres Lubuklinggau.
Dilanjutkan Kapolres, dalam kasus pembunuhan Ipung, polisi melakukan penyelidikan tiga hari terdapat tiga orang yang dicurgai, salah satunya adalah Siska yang sudah diamankan, sementara dua pelaku lain masih dalam pengejaran.
Siska menusuk di bagian leher satu kali, diperut satu kali, sisanya pelaku lain. Sementara barang bukti yang ditunjukkan saat press release yang diambil dari TKP berupa dua buah batu sekepal tangan, tali plastik, dua gembok, dan satu set pakaian korban.
“Siska adalah otak pembunuhan,” jelas Kapolres.
Pengakuan Siska
Anton Apriyanto (38) alias Siska Sarangheo alias Wahab, akhirnya mengakui membunuh Almarhum Muhammad Efendi alias Ipung (65) pemilik Ipung Salon karena dirinya sakit hati telah diejek korban.
Berawal dari sakit hati itu, Siska langsung berniat membunuh Ipung. Malam harinya sekira pukul 00.30 WIB, Jum’at dini hari (23/08/2019), Siska dan dua pelaku lainnya mendatangi Ipung di kediaman korban yang juga tempat usaha salon di Jalan Yos Sudarso depan JM Linggau Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur I.
Sebelum melakukan aksinya, mereka menenggak miras jenis Anggur Malaga, ketiganya masuk lewat rolling door depan yang tidak terkunci. Melihat Ipung tertidur dengan TV masih menyala, Siska langsung membekap Ipung dengan obat bius yang disiapkan, selanjutnya mereka menghabisi korban.
“Aku sakit ati dikato-katoin waktu di Pasar Inpres, Kampang, babi, anjing, beruk. Malam agek kuhabisi kau. Sebelumnyo pernah tengkar mulut, ado ibu-ibu ngobrol dengan Ipung ngatoi cak kebelagaan (ganteng), cak kecantikan,” kata Siska.
Diakui Siska dirinya sangat menyesal perbuatan tersebut kepada netizen dan masyarakat Kota Lubuklinggau, dijelaskannya saat membunuh dia dalam keadaan mabuk.
“Minta maaf nian ke followers dan netizen aku la bunuh,” kata Siska. (BRY)
