
Palembang, KabarSriwijaya.com : Perum DAMRI terus melayani masyarakat Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan. Saat ini permintaan masyarakat Sumsel terhadap moda angkutan transportasi massal nasional seperti Bus DAMRI makin meningkat.
“Kalau permintaan warga dari daerah khususnya di Sumsel ini banyak sekali, baik dari Pali, Musi Banyuasin, Banyuasin dan daerah lainnya”, ujar Suranto, General Manager Perum DAMRI Palembang, Rabu (14/11/2018).
Bahkan menurut Suranto sekarang ini masih ada beberapa daerah yang sementara akan mereka survei, seperti di Lubuk Linggau dari Bandara Silampari, dia mengatakan sudah ada perintah survei dari direksi Perum DAMRI.
“Dari Bandara Silampari ke Muara Beliti, dari Silampari ke Tebing Tinggi, dari Silampari ke Empat Lawang, terus dari Silampari ke Lahat, ditambah lagi Silampari ke Curup, Bengkulu, satu lagi Surolangun, Jambi. Kita respon dengan baik, kita tindak lanjuti apa yang menjadi permintaan dari daerah, kita survei, kelayakan dari pada jalur itu nanti apakah bisa kita layani dengan armada yang spek besar Big Bus atau dengan Bis yang medium. Nanti kita sesuaikan kendaraannya ke daerah itu”, terangnya.
Soal tarif, Suranto menjelaskan bahwa itu adalah kewenangan pemerintah daerah setempat, karena besaran tarif sudah diatur menurut kebijakan daerah masing-masing.
“Kalau tarif kita harus koordinasi dengan Dishub setempat, kan ada SK tarif dari Bupati ada dari Gubernur ada, kan seperti itu. Tarif per kilometer itu nanti kita kalikan jaraknya ketemulah tarif, seperti itu kalau masalah tarif, kita nanti membicarakan dengan Dishub setempat”, paparnya.
Suranto juga menjelaskan problem yang dihadapi oleh Perum DAMRI saat ini adalah soal jalan, dia mengatakan bahwa masih banyak jalan yang kurang layak di Sumsel.
“Kalau kendala sementara ini sebenarnya kondisi jalan, katakanlah untuk permintaan dari pada daerah ini kebanyakan masih banyak yang rusak. Kemarin dari Pulau Rimau saja minta, kita survei, nyatanya tidak bisa masuk, Pulau Rimau itu kondisi dari pada medan. Terus yang di arah Baturaja, kemarin kita launching, kita layani mulai dua minggu yang lalu itu kita layani ternyata baru dua minggu jembatan putus kemarin, jadi sekarang berhenti lagi, jembatan putus,” ungkapnya.
“Total armada kita ada 96, untuk AKDPnya kurang lebih 50-60anlah sisanya AKAP”, jawab Suranto ketika ditanya jumlah Bus yang ada di DAMRI Palembang.
Suranto berharap persoalan masih banyak jalan yang rusak segera diselesaikan oleh pemerintah daerah.
“Harapan kita kepada pemerintah, yabg jelas pertama pengkondisian fasilitas jalan, perbaikan jalan terutama seperti ke Tanjung Api-Api itukan juga mulai rusak. Terus jalan di daerah Pali, kemarin armada kita banyak yang rusak dijalan sana, segera ada pembenahan perbaikan fasilitas jalan”, pungkasnya. (SB)