Penyakit ISPA Tertinggi Di Kecamatan Karang Jaya

KabarSriwijaya.com, Muratara – Dari beberapa penyakit yang melanda masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) khususnya diwilayah Kerja puskesmas Kecamatan Karang Jaya, Penyakit saluran pernapasan atau yang lebih dikenal dengan sebutan ISPA menduduki peringkat pertama dalam tiga bulan terkahir.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Unit Pelaksana (KUPT) Puskesmas Kecamatan Karang Jaya A Haris Harahap diruang kerjanya.” untuk wilayah kerja puskesmas Kecamatan Karang Jaya dari data pasien yang masuk baik dari Puskesmas Pembantu maupun yang rawat inap penderita saluran pernapasan atau masyarakat banyak menyebutnya dengan penyakit Ispa,” tuturnya.
Dijelaskannya, ada 67 penderita saluran pernapasan, dengan rincian Januari ada 9 orang, Februari 23 orang dan Maret 2016 ada 35 orang.dalam
“Namun penderita ini tidak semuanya terkena Ispa, ada yang hanya flu atau influenza saja, tapi tetap masuk dalam kategori saluran pernapasan, ” terangnya.
Selain itu untuk penyakit terbanyak kedua yakni penyakit kulit, baik itu elergi, maupun gatal-gatal yakni sebanyak 57 orang, dengan rincian Januari 19 orang, Februari 15 orang dan Maret 23 orang. Disusul penyakit diare sebanyak 16 orang Januari 4 orang, Februari 4 orang dan Maret 8 orang.
“Sedangkan penderita penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) ada 8 orang, Januari 1 orang, Februari 5 orang dan Maret 2 orang,” tambahnya.
Dijelaskannya, semua penderita penyakit setiap bulan direkap dan disampaikan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muratara.
Dalam hal kedisiplinan juga, Haris menjelaskan, dalam segi kedisiplinan tidak ada kata tolerir, dan harus terus ditingkatkan.
Kembali kepada penyakit, kita terus mensosialisasikan agar masyarakat menjalani pola hidup bersih, dengan menjaga lingkungan, baik dilingkungan pribadi maupun lingkungan masyarakat umum.
“Kepada masyarakat jika ada keluarga atau tetangga mereka yang terkena penyakit, cepat-cepatlah bawa ke puskesmas pembantu terdekat, atau langsung ke Puskesmas Kecamatan Karang Jaya agar dapat sesegera mungkin diberikan pertolongan, ” imbuh Harris. (Mir)