Sekolah Digital Tani, Resolusi Akselerasi Kemajuan Pertanian Indonesia

Banyuasin, KabarSriwijaya.com : Pertanian Indonesia Saat ini terus dikembangkan kearah Pertanian Moderen, namun dilapangan masih banyak Petani kita yang sulit memasarkan hasil Taninya apalagi Mengolah menjadi Produk Turunan, Alhasil Ketika mengalami gejolak Harga Petani kita harus pasrah menjual hasil Taninya dengan Harga Murah (tidak ekonomis), kondisi ini tidak sejalan dengan kemajuan Teknologi /Perkakas Pertanian yang semakin berkembang.
Ada beberapa faktor penyebabnya, adalah Persoalan Regulasi yang belum menyentuh secara spesifik Petani Kecil, kemudian Pendampingan & Peningkatan SDM Petani yang masih sangat rendah Serta Penyertaan Modal yang belum memberikan jaminan dan Kemudahan yang dapat diakses oleh Petani terutama 70% Petani Kecil yang sebagian besar berada di Pelosok Pedesaan.
Dengan Perkembangan Informasi Teknologi Digital kami mencoba Memformulasikan antara Potensi dengan Digital dalam Sebuah Sekolah Digital Tani (SDT), Sekolah SDT dimaksudkan untuk menjawab Keterbelakangan Pengetahuan & Informasi Petani, terutama Petani Kecil & Tradisional, dengan Petani Melek Teknologi Informasi mereka bisa lebih Cepat (Progres) mengakses Pengetahuan dan Informasi sesuai dengan Kebutuhan dan Permasalahan Petani itu sendiri.
Banyak anak-anak Muda yang bisa kita jadikan Leader, Pendamping bahkan Pelaku Pertanian untuk bisa memberikan solusi terhadap Persoalan petani.
SDT akan Fokus pada pengunaan secara maksimal Teknologi Informasi secara berkesinambungan mulai dari Pemetaan Area Pertanian sampai dengan Pemasaran Produk-Produk Pertanian dengan mengakses pasar Lokal sampai Internasional. (Ril/SB)
